Ketika mata hendak terbuka
Melihat secercah harapan tanpa meyapa
Mana? Dimana? Dan apa yang kucari?
Entahlah, sisa hidup yang kutemui
Ribuan sayap terlentang diudara
Seakan tau perasaan yang mendera
Menangisi serpihan harapan seakan berkata
Aku lelah, aku hancur karena mereka
Semilir raja siang seakan malu
Malu, menatap bumi yang sendu
Gunung - gunung kehilangan teman
Sawah pun hancur seakan tertelan
Nyanyian kumbang tak lagi terdengar
Menangisi sang pertiwi yang tak lagi tegar
Lelah akan kerusakan dirinya
Karna tangan yang tak ada tujuannya
Kini tak ada lagi yang bisa dikatakan
Penyesalan yang terucap dalam
Hanya menginginkan perubahan
Dalam hening ku berharap
Menanti setitik jawaban
